Notulensi Ngobrolin Ide vol. 3

  • Tanggal diskusi: 30 Maret 2013
  • Tempat diskusi: Kedia Lentera, Pasar Minggu.
  • Tema: Water Resources and Motion Picture
  • Topik: Melestarikan air lewat kreativitas film
  • Waktu diskusi: 13.40-selesai.
  • MC: Dey Ainiswari
  • Narasumber:
    • Katherina Liandy, Ketua Umum Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Pusat
    • Nurmanjaya, Executive Producer dari Eyescream Production

Uraian diskusi:

Ngobrolin Ide kali ini terdiri atas dua sesi pemberian materi oleh dua narasumber dari latar belakang yang berbeda. Setelah dua sesi tersebut, sesuai konsep Ngode Vol.3 yaitu menggunakan open space technology, peserta berikut narasumber memasuki opening circle and create agenda, setelah nantinya mereka akan membentuk beberapa kelompok diskusi kecil. Di akhir acara juga ada penarikan kesimpulan dari seluruh pertanyaan serta solusi yang dilontarkan. Berikut rincian jalannya acara.


SESI I

Materi pertama dibuka oleh Katherina, atau yang akrab disapa Keket, yang merupakan ketua KOPHI pusat. Perempuan yang aktif di KOPHI sejak 2011 ini menyampaikan materi tentang sumber daya air (water resources). Pada awal presentasi, perempuan yang juga merupakan mahasiswi Teknik Linkungan Universitas Trisakti ini pertama-tama mengemukakan mengenai sejarah Hari Air Internasional yang kemudian diperingati setiap tanggal 22 Maret. World Water Day dipelopori oleh PBB lewat Nations Conference Environment and Development (UNCED) di Rio de Janeiro Brasil pada tahun 1992.

Air sudah menjadi barang mahal belakangan ini, maka dari itu membutuhkan kerja sama dalam memberdayakannya. Tetapi air juga bukanlah barang langka, karena dia termasuk dalam hukum kekekalan massa; energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Air dari zaman dahulu tidak berubah jumlahnya karena adanya siklus air. Air hanya mengalami perubahan bentuk, yang cukup unik karena air mengalami 3 fase sekaligus; mencair, menguap, mengkristal.

Tidak benar jika air itu langka. 70% permukaan bumi adalah air. Tetapi hanya 0,003% yang benar-benar dimanfaatkan. Jadi, sudah jelas bahwa sebenarnya BUKAN air yang langka tetapi AIR BERSIH yang sedang mengalami krisis.

Sumber air antara lainnya adalah air hujan –yang mana sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi berhubung air sudah bersifat asam akibat polusi– serta air tanah, dan air permukaan. Faktanya hanya 2,5% air yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Dan kurang dari 1% bisa dikonsumsi oleh manusia. Hasil Worl Water Forum Maret 2000) di Belanda bahkan memprediksi tahun 20125 akan banyak daerah yang mengalami krisis air –untuk digunakan manusia.

Mengapa harus air bersih? Karena jika tidak, akan banyak kuman dan menyebabkan kematian terbesar bagi anak-anak. Indonesia merupakan urutan kelima kaya akan air. Tetapi pada tahun 2006. 90 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses ke air bersih. Mirisnya, curah hujan di Indonesia cukup tinggi, tapi tidak bisa diserap oleh tanah karena banyak bangunan dan tidak ada lahan resapan lagi. Jakarta pun baru memenuhi 10% dari lahan resapan yang seharusnya.

Tidak menyimpan air dalam tanah tentunya akan membuat kita semua merugi. Jika air tanah diambil terus tanpa ada recharge dan kurangnya resapan air, maka akibat yang ditimbulkan antara lainnya adalah pengurangan volume air tanah, tanah semakin turun, lalu akan terjadi penerobosan air asin ke dalam air tanah dan hal tersebut membuat air tanah yang tersisa tercemar oleh air laut.

Katherine, dalam presentasinya, menyebutkan beberapa solusi yang dapat kita lakukan. Pertama adalah dengan mengadakan sumur resapan di kantor-kantor dan gedung-gedung tinggi. Gunanya untuk mengoptimalkan resapan. Solusi seperti ini juga sudah menjadi wacana di Jakarta terkait solusi yang diberikan Pak Jokowi. Memang, diakui, pembuatan sumur resapan tidak mudah karena membutuhkan tenaga mekanika yang tinggi dan butuh banyak bahan.

Solusi kedua adalah dengan membuat lubang biopori di setiap rumah. Lubang ini dalamnya 1 meter dengan diameter 10 cm dan diisi oleh sampah organik untuk memancing cacing datang dan membuat rongga-rongga. Dengan adanya rongga-rongga di tanah diharapkan dapat membuat air mudah meresap.

Yang ketiga adalah desalinasi atau menawarkan air laut. Lalu, yang terakhir adalah air laut dalam. Ternyata ada air laut yang tawar dan dapat digunakan oleh manusia, tepatnya terletak di kedalaman 350 meter dari permukaan air. Airnya dapat dikonsumsi, dan berhubung Indonesia kaya akan perairan, diduga Indonesia memiliki banyak sumper air laut tawar ini, walaupun hal ini masih dalam penelitian.


SESI 2

Materi kedua dilanjutkan oleh Nurmanjaya, yang mengawali karirnya sebagai jurnalis, dan juga merupakan founder dari majalah perfilman Behind The Screen. Beliau membawakan materi motion picture yang mana dunia perfilman Indonesia menetapkan tanggal 30 Maret adalah Hari Perfilman Nasional.

Jika Anda ingat dengan slogan “orang bijak taat pajak,” Mas Nurman adalah sosok kreatif di balik itu. Slogan tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990. Beliau membuka diskusi dengan menceritakan sedikit perjalan karirnya. Ia mengorbankan sarjananya demi karir sebagai jurnalis lalu menjadi biro iklan dan kemudian membuat sebuah PH iklan.

Bagaimana kaitan film sama air? Apa yang dapat dikontribusikan industri perfilman? Sebenarnya, film tidak melulu hanya apa yang ada di layar bioskop. Ada yang namanya film independent. Namun film indie juga masih identik dengan short movie. Padahal, sebenarnya ada juga film indie yang dapat menembus layar bioskop, seperti contohnya film Phantom of The Opera.

Mas Nurman juga bercerita mengenai FINES yaitu Film Iklan Indonesia. Semacam Citra Pariwara untuk teman-teman production house. Beliau mengatakan bahwa teman-teman di balik layar juga butuh reward.

Melalui medium audio visual, kita dapat menyadarkan masyarakat tentang permasalahan sumber daya air bersih. Karena 90% masyarakat berbelanja karena television commercial (TVC) berhubung orang akan lebih tertarik untuk menonton dibanding membaca.

Mas Nurman juga membuka diskusi kecil-kecilan di tengah pemberian materi. Beliau bertanya kepada beberapa peserta mengenai pendapat mereka dalam halnya sumber saya air bersih atau dunia perfilman. Seperti halnya Adam, mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma yang mengatakan bahwa solusi yang ia pikirkan terkait isu tersebut adalah bagaimana kita membuat Public Service Announcement tentang krisis air bersih. Dan pendapat Rendy disetujui oleh Darwan, peserta yang bekerja di perusahaan publisher game online.

Lain halnya dengan Rendy, salah satu anggota KOPHI, yang lebih tertarik untuk membuat film dokumenter pendek sebagai medium kampanye yang tepat. Dewa, mahasiswi UNJ jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, menyarankan untuk mengangkat cerita walaupun fiksi, karena akan menarik banyak orang untuk menontonnya dan kemudian ikut terinspirasi.

Di Ngode kali ini juga datang teman-teman dari OSIS SMAN 2 Tangsel. Ada Andi yang menyarankan untuk membuat film animasi yang menceritakan masa depan bumi kalau tidak ada air. Ada juga Nabila yang menyarankan untuk membuat stop motion tentang air. Stop motion adalah teknik pengambilan gambar dengan kamera yang statis, dan objek yang bergerak. Tekniknya seperti mengambil beberapa foto secara beruntun dan kemudian diputar ulang, seperti animasi Shaun The Sheep.

Berbeda dengan kedua temannya yang lain, justru Citra lebih minat ke lingkungan dibandingkan perfilman. Jadi saran yang ia berikan lebih mengarah kepada teknologi lingkungan untuk mengatasi krisis air bersih.

Mas Nurman juga sangat mendukung gerakan hemat air bersih. Seperti wudhu dengan air secukupnya, mandi menggunakan shower, bahkan mengkukus telur bukan merebus telur –karena dengan mengkukus akan lebih hemat air yang digunakan dibandingkan dengan merebusnya. Beliau juga bercerita bagaimana di Melbourne, Australia, air bersih sangat dihargai. Air PAM tidak boleh digunakan untuk menyiram tnaman. Menyiram tanaman hanya dua hari sekali dan menggunakan air limbah kamar mandi yang diproses sebentar sehingga layak untuk menyuburi tanaman-tanaman di Melbourne. Tetapi, di Indonesia, bahkan masyarakatnya terbiasa buang-buang air bersih dengan menyirami aspal depan rumah mereka, beralasan agar tidak kering. Sangat tidak masuk akal.


CREATE AGENDA

Sebelum opening circle, pihak panitia Ngode juga mengadakan sesi ice breaking yang merupakan sesi perkenalan singkat dari setiap peserta. Sesi ini dipandu oleh Dey dari Sinergi Muda.

Setelah itu, Gilang, sebagai Program Manager Sinergi Muda menjelaskan konsep open space. Dengan menggunakan metode diskusi seperti ini, harapannya peserta dapat mengajukan ide sebebas-bebasnya.

Metode diskusi: Open Space Technology (sebuah konsep yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 80an). Latar belakangnya adalah karena ide biasa muncul setelah (saat -red) coffee break. Metode ini dapat memulai diskusi dengan lebih aktif dan akan banyak membantu peserta Ngode untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan invoatif yang dapat memcahkan permasalahan yang dibincangkan.

Open Space

Sesi (durasi) Ruang 1 Ruang 2 Ruang 3
Sesi 1 (45 menit) Kampanye lingkungan dengan medium audio visual Cara lain untuk hemat air Production House yang bangkrut walaupun filmnya sukses berat
Sesi 2 (45 menit) Game online dan kampanye biopori Event untuk mengkampanyekan Water Hour Kebocoran pipa dan kejahatan air lainnya

Kesimpulan Open Space

Ruang 1 Ruang 2 Ruang 3
Sesi 1
Solusi kampanye lingkungan audio visual

  1. Dapat dimulai lewat iklan
  2. Untuk masalah biaya produksi dibutuhkan proposal dan presentasi yang baik.
  3. SDM dapat dimanfaatkan dari peserta Ngode Vol. 3. Kita juga dapat menggaet orang-orang terkenal yang jago di bidang yang berkaitan dengan pembuatan iklan itu. Singkatnya kita dapat menjadi wadah untuk menyatukan orang-orang yang sesuai dengan kebutuhan SDM untuk mengkampanyekan lingkungan.
  4. Ide/konsep kita dapat juga ditawarkan ke LSM dengan tujuan membantu mutu iklan mereka demi tercapainya tujuan yang sama.
Solusi lain untuk menghemat air

  1. Mensosialisasikan step by step mandi yang baik, atau lainnya. Step by step bagaimana melakukan kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan air dengan hemat. Lalu bisa dipublikasikan lewat PSA (Public Service Announcement -red).
  2. Alat kalkulasi penggunaan air.
  3. Reminder yang ditempel di tempat umum untuk mengingatkan hemat air.
  4. Membentuk mindset: dibanding kehilangan banyak air, lebih baik kehilangan uang untuk membetulkan pipa yang bocor demi menghemat air.
  5. Menyiram air jangan terlalu sering, seperti di Melbourne.
  6. ITS: Menciptakan alat untuk wudhu yang terukur, seperti alat kalkulasi penggunaan air. Seperti keran air yang menggunakan sensor tangan.
Pertanyaan: Apakah di dunia PH sekeras itu sampai film yang sukses, filmnya bisa bangkrut?

  1. Bisa terjadi karena kesalahan hitam diatas putih.
  2. Penghargaan lebih terhadap orang-orang yang kreatif seperti desainer.
  3. Kesalahan PH: Perhitungan pembuatan film. Kurangnya skill bisnis dalam PH.
  4. Walaupun seperti itu, paling tidak ada pihak lain yang memberi reward terhadap apa yang PH tersebut hasilkan/lakukan.
Sesi 2
Game online dan kampanye biopori

Permasalahan pertama, Indonesia belum menghargai karya milik negeri. Selain itu, Indonesia mudah terpengaruh karakter suatu games. Indonesia harus mampu membuat karakter yang kuat.

Games sendiri masih individual. Kesadaran orang-orang pembuat games hanya untuk komersil, bukan untuk kontribusi ke masalah sosial, seperti air. Pendanaan juga susah untuk membuat games.

Solusinya adalah bagaimana kita lebih menghargai kreativitas orang lain. Lalu kita dapat mengajak orang–orang yang memiliki skill untuk bergabung sebagai volunteer untuk menghasilkan games yang mengedukasi tentang biopori (hampir sama dengan solusi membuat iklan yang berkualitas).

Event kampanye lingkungan

Water Hour dilangsungkan tanggal 22 Maret dan harus ada koordinasi yang baik dengan pihak PAM.

Sebelum hari H, akan diakan serangkaian sosialisasi. Dapat melalui medium audio visual.

Acara puncak akan berupa jalan sehat bersama yang kemudian akan menuju satu panggung utama yang menyediakan berbagai macam hiburan tetapi masih dalam konteks mengkampanyekan air bersih.

Solusi pipa bocor

  1. Melaporkan orang yang melakukan pencurian air.
  2. Pipa-pipa aor lebih di cek ulang dan diperhatikan perawatannya.
  3. Riset cairan anti bocor. Zat yang melapisi pipa, zat itu akan korosif duluan sebelum merusaki pipa dan bagian yang dalamnya akan terlindungi (cara terjangkau).

Jangan Ketinggalan!

Daftar di newsletter kami untuk mendapatkan informasi terbaru